Logo
images

UBB Edukasi Siswa MAN 1 Pangkalpinang tentang UPF dan Olahan Ikan Sehat

Beritalain.id - Pangkalpinang. Universitas Bangka Belitung (UBB) terus mendorong peningkatan literasi pangan dan gizi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kali ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UBB memberikan edukasi pangan sehat kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang, Selasa (18/8/2026).

Mengangkat tema “Dari Snack Instan ke Real Food: Transformasi Pola Konsumsi melalui Edukasi dan Substitusi Ultra-Processed Food (UPF) Berbasis Olahan Ikan,” kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pangan ultra-proses (ultra-processed food/UPF), membangun kebiasaan memilih makanan secara lebih bijak, sekaligus memperkenalkan keterampilan pengolahan pangan lokal berbasis ikan.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Pi. Fika Dewi Pratiwi, S.Pi., M.Si. selaku ketua tim, bersama anggota Dr. Eva Helda, S.TP., M.Si. dan Dinda Mardiani Lubis, S.Si., M.Si. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pangan sehat, tetapi juga diajak memahami bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang menarik dan sesuai dengan selera remaja.

Pada sesi edukasi, dr. Meitri Diyah Indriasih memberikan pemahaman mengenai pengertian ultra-processed food (UPF), potensi dampak konsumsi UPF secara berlebihan, serta pentingnya memperhatikan informasi pada label komposisi pangan.

Para siswa diajak mengenali karakteristik pangan ultra-proses, termasuk keberadaan berbagai bahan tambahan dalam produk pangan. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai cara membaca label pangan sehingga dapat mempertimbangkan kandungan bahan dan nilai gizi sebelum membeli maupun mengonsumsi suatu produk.Kemampuan membaca label pangan dinilai menjadi salah satu langkah sederhana yang penting dalam membentuk konsumen yang lebih sadar terhadap pilihan makanan. 

Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadikan rasa, harga, dan kepraktisan sebagai pertimbangan, tetapi juga memperhatikan kandungan pangan serta dampaknya terhadap kesehatan.

Selain literasi pangan, kegiatan juga membekali siswa dengan pemahaman mengenai keamanan dalam proses pengolahan makanan. Dr. Eva Helda, S.TP., M.Si. menjelaskan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) atau cara produksi pangan yang baik, mulai dari kebersihan bahan baku, peralatan, area kerja, hingga proses pengolahan.

Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menghasilkan pangan yang aman, higienis, dan layak dikonsumsi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan siswa tidak hanya dalam kegiatan praktik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari ketika mengolah makanan di lingkungan keluarga.

Suasana edukasi semakin menarik ketika kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan pangan sehat bersama praktisi kuliner Ibu Atiek dari D’Nastar Baking Studio. Para siswa mendapatkan demonstrasi sekaligus pendampingan dalam membuat Korean fish cake dan nugget ikan.

Praktik tersebut memperlihatkan bahwa ikan sebagai salah satu sumber pangan lokal dapat diolah menjadi makanan yang menarik, lezat, dan sesuai dengan selera generasi muda. Pemanfaatan ikan sebagai bahan utama juga menjadi alternatif untuk mengenalkan pilihan pangan yang lebih sehat sekaligus mendorong konsumsi produk pangan lokal.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kepala MAN 1 Pangkalpinang Drs. Sulaeman, M.Pd., yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Dukungan pihak madrasah menunjukkan adanya komitmen bersama antara UBB dan satuan pendidikan dalam membangun lingkungan belajar yang turut memperhatikan pola konsumsi sehat serta pengembangan keterampilan hidup siswa.

Melalui perpaduan edukasi mengenai UPF, literasi label pangan, penerapan GMP, dan praktik pengolahan ikan, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UBB ini memberikan pengalaman yang aplikatif bagi siswa MAN 1 Pangkalpinang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UBB untuk mendorong perubahan pola konsumsi generasi muda melalui peningkatan literasi pangan, pemanfaatan bahan pangan lokal, dan penguatan keterampilan pengolahan pangan. Melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung, UBB tidak hanya memperkenalkan pentingnya memilih pangan yang lebih sehat, tetapi juga menunjukkan bahwa ikan lokal dapat diolah menjadi produk yang menarik, aman, bergizi, dan sesuai dengan selera generasi muda.

Program tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UBB dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada kebutuhan dan persoalan nyata di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UBB diharapkan terus dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda yang lebih sadar gizi, kritis dalam memilih pangan, terampil mengolah bahan pangan lokal, serta mampu menerapkan pola konsumsi yang sehat dan bertanggung jawab. 


TAG

Dipost Oleh Ara

Selamat membaca di situs kami.

Tinggalkan Komentar

Peringatan Penting Upgrade PHP beritalain.id ⚠️ Hubungi Tim Teknis / Mulai Migrasi Sistem